LAPORAN PRATIKUM

LAPORAN PRATIKUM

Interaksi Komponen Abiotik dan Biotik pada Ekosistem Kebun Sekolah

Disusun oleh:

Kelompok 8

 

  1. 1.    Leli Gustiani                         (A1G010052)
  2. 2.    Asep Sukenda Egok             (A1G010062)
  3. 3.    Rossy Fitriani                        (A1G010072)
  4. 4.    Muh. Fendi Nurrochman      (A1G010083)

 

                                Dosen Pembimbing :    

Dr. Hj. Endang Widi Winarni, M. Pd.

 

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011

Laporan kegiatan (praktikum)

INTERAKSI KOMPONEN ABIOTIK DAN BIOTIK

PADA EKOSISTEM KEBUN SEKOLAH

A. Tujuan kegiatan:

  1. Menentukan suhu udara dan suhu tanah di kebun sekolah.
  2. Menentukan derajat keasaman tanah.
  3. Menentukan kandungan air di dalam tanah ataumdaya serap tanah terhadap air.
  4. Mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah

B. Alat dan Bahan

1. Kegiatan 1 (menentukan sushu dan PH)

  • Gelas ukur                               : 1 buah
  • Pengaduk kaca atau plastik     : 1 buah
  • Termometer                             : 1 buah
  • Cawan petri                             : 2 buah
  • PH-meter                                 : 2 lembar
  • Aquasdest atau air netral        : secukupnya
  • Tanah dari kebun sekolah       : 1 sendok
  • Tanah humus                           : 1 sendok

2. Kegiatan 2 (kandungan air/daya serap tanah)

  • Gelas ukur                               : 1 buah
  • Corong plastik                         : 1 buah
  • Kantung plastik                       : 3 lembar
  • Kertas saring                           : 3 lembar
  • Timbangan                              : 1 buah
  • Kertas koran                            : 1 lembar
  • Tabung erlenmeyer                  : 1 buah
  • Air bersih                                : 300 ml
  • Pisau                                        : 1 buah
  • Tanah kebun sekolah               : 100 gram
  • Pasir                                        : 100 gram
  • Tanah humus                           : 100 gram

3. Kegiatan 3 dan 4 (mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup di kebun sekolah)

  • Buku pengamatan
  • Pena
  • Kamera

B. Langkah Kegiatan

1. Kegiatan 1

  1. Ukurlah suhu udara dan suhu tanah di dalam ekosistem kebun sekolah
  2. Ambillah contoh tanah dari kebun sekolah kira-kira 1 sendok makan dan hancurkan kemudian masukkan ke dalam cawan petri kemudian hancurkan dan tambahkan air netral serta aduklah sampai merata.
  3. Ambillah tanah humus kira-kira 1 sendok makan dan hancurkan kemudian hancurkan dan tambahkan air netral serta aduklah hingga rata.
  4. Tunggulah hingga air kembali menjadi jernih dan kurlah berapa pH atau derajat keasaman air tanah tersebut.
  5. Tuliskan berapa pH tau derajat keasaman kedua contoh tanaha tersebut dalam tabel.

No

Jenis tanah

pH

Asam atau basa

Subur atau tidak subur

1 Tanah kebun sekolah
2 Tanah humus

2. Kegiatan 2

v Cara pertama

  1. Ambilah tanah basah dari kebun sekolah sebanyak 100 gram kemudian jemurlah diatas kertas koran hingga kering.
  2. Ambillah pasir basah sebanyak 100 gram kemudian jemurlah di atas kertas koran hingga kering.
  3. Ambillah tanah humus sebanyak 100 gram kemudian jemurlah di atas koran hingga kering.
  4. Timbanglah kembali tanah dan pasir yang sudah kering.
  5. Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai berikut:

Daya serap tanah =

v Cara kedua

  1. Siapkan tabung erlenmeyer yang kering
  2. Siapkan corong plastik dan lapisilah menggunakan kertas penyaring dan letakkan di atas kertas erlenmeyer.
  3. Tuangkan tanah yang sudah dikeringkan pada cara pertama di atas corong plastik yang telah dilapisi dengan kertas penyaring, kemudian tuangkan air sebanyak 100 ml secara perlahan-lahan, tunggulah hingga tidak ada lagi air yang menetes ke dalam tabung erlenmeyer.
  4. Ukurlah jumlah air yang menetes kedalam masing-masing tabung erlenmeyer.
  5. Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai berikut:

Daya serap tanah =

3. Kegiatan 3 (mengidentifikasi tumbuhan)

  1. Amati jenis-jenis tumbuhan yang hidup di kebun sekolah
  2. Amati cara hidupnya dan cara berkembang biaknya.
  3. Masukkan data hasil pengamatan kedalam tabel berikut:

 

 

No

 

 

Nama tumbuhan

Cara berkembang biaknya

Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan oleh hewan dan manusia

 

Akar

 

Umbi

 

Batang

 

Tunas

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
  1. 4.    Kegiatan 4
    1. Amati jenis-jenis hewan yang dapat ditemukan dikebun sekolah.
    2. Amati alat gerak, jenis makanannya dan cara reproduksinya
    3. Masukkan data hasil pengamatan didalam tabel berikut:

No

Nama Hewan

Tempat hidupnya

Alat geraknya

Jenis makanannya

Cara reproduksinya

1 Di udara
2 Ayam
3 Di dalam tanah
4 Sisa-sisa mahluk hidup
5 Nyamuk
6
7 Semut
8

D. Hasil Kegiatan

 

1. Kegiatan 1

  • suhu luar kebun sekolah     : 300
  • suhu tanah kebun sekolah  : 280

PH tanah:

No

Jenis tanah

pH

Asam atau basa

Subur atau tidak subur

1 Tanah kebun sekolah

5

Asam

Tidak subur

2 Tanah humus

8

Basa

Subur

2. Kegiatan 2 (daya serap tanah)

  • Cara pertama

Diketahui:

No Jenis tanah Berat basah Berat kering
1 Pasir 140 gr 100 gr
2 Humus 120gr 100 gr
3 Tanah kering 100 gr 80 gr

v Daya serap pasir       =

=

=

=

= 28,5 %

v Daya serap humus    =

=

=

=16,6 %

v Daya serap tanah kering      =

=

=

= 20 %

  • Ø Cara kedua :

Diketahui:

No

Jenis tanah

Jumlah air yang dituangkan(ml)

Jumlah air yang menetes

1

Pasir

100ml

65ml

2

Humus

100ml

47ml

3

Kering

100ml

51ml

Cara kedua:

v Daya serap pasir

                        =

=

                   = 35 %

v Daya serap tanah humus

=

=

= 53 %

v Daya serap tanah kebun sekolah (tanah humus)

=

=

= 49%

  1. 3.      Kegiatan 3 (mengidentifikasi tumbuhan)

Tabel pengamatan tumbuhan yang ada di kebun sekolah.

 

 

No

 

 

Nama tumbuhan

Cara berkembang biaknya

Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan oleh hewan dan manusia

 

Akar

 

Umbi

 

Batang

 

Tunas

1 Ubi kayu

Ya

Akar

2 Teki

Ya

Tidak ada

3 Ilalang

Ya

Daun

4 Putri malu

Ya

Tidak ada

5 Rumput liar

Ya

Tidak ada

  1. 4.      Kegiatan 4

Tabel pengamatan hewan yang hidup di kebun sekolah

No

Nama Hewan

Tempat hidupnya

Alat geraknya

Jenis makanannya

Cara reproduksinya

1 Belalang Di udara Sayap Herbivora Bertelur
2 Ayam Di darat Kaki Cacing, Bertelur
3 Cacing Di dalam tanah Tubuh Sisa-sisa mahluk hidup Hemaprodit
4 Nyamuk Di udara Sayap Darah Bertelur
5 Semut Di darat dan tanah Kaki Bertelur

E. Pembahasan:

Kadar Air Dalam Tanah, Ph, Serta Komponen Biotik Dan Abiotik

Pembentuk Ekosistem

  1. 1.      Kadar air dalam tanah

Air mempunyai fungsi yang penting dalam tanah. Antara lain pada proses pelapukan mineral dan bahan organik tanah, yaitu reaksi yang mempersiapkan hara larut bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu, air juga berfungsi sebagai media gerak hara ke akar-akar tanaman. Akan tetapi, jika air terlalu banyak tersedia, hara-hara dapat tercuci dari daerah-daerah perakaran atau bila evaporasi tinggi, garam-garam terlarut mungkin terangkat kelapisan tanah atas. Air yang berlebihan juga membatasi pergerakan udara dalam tanah, merintangi akar tanaman memperoleh O2 sehingga dapat mengakibatkan tanaman mati.

Kandungan air tanah dapat ditentukan dengan beberapa cara. Sering dipakai istilah-istilah nisbih, seperti basah dan kering. Kedua-duanya adalah kisaran yang tidak pasti tentang kadar air sehingga istilah jenuh dan tidak jenuh dapat diartikan yang penuh terisi dan yang menunjukkan setiap kandungan air dimana pori-pori belum terisi penuh. Jadi yang dimaksud dengan kadar air tanah adalah jumlah air yang bila dipanaskan dengan oven yang bersuhu 105oC hingga diperoleh berat tanah kering yang tetap.

Tanah yang subur adalah tanah yang apabila ditanami tumbuhan/tanaman bisa memberikan hasil yang banyak berupa produksi daun, batang, buah atau umbi.

  1. 2.      PH tanah

pH tanah atau kemasaman tanah atau reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hidrogen (H +) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ di dalam tanah, semakin masam tanah tersebut. Di dalam tanah selain ion H+ dan ion-ion lain terdapat juga ion hidroksida (OH-), yang jumlahnya berbanding terbalik dengan banyaknya ion H+. Pada tanah-tanah masam jumlah ion H+ lebih tinggi dibandingakan dengan jumlah ion OH-, sedangkan pada tanah alkalis kandungan ion OH- lebih banyak dari ion H+. Jika ion H+ dan ion OH- sama banyak di dalam tanah atau seimbang, maka tanah bereaksi netral.

Pentingnya pH tanah untuk diketahui, yaitu untuk :

v  Menentukan mudah tidaknya unsur hara mudah diserap oleh tanaman. Pada umumnya unsur hara mudah diserap oleh akar tanaman pada pH tanah sekitar netral, karena pada pH netral tersebut kebanyakan unsur hara mudah larut di dalam air. Sebagai contoh pada tanah masam unsur P tidak dapat diserap oleh tanaman karena diikat oleh unsur Al, sedangkan pada tanah alkalis unsur   P juga tidak dapat diserap oleh tanaman karena diikat oleh unsur Ca.

v  Menunjukkan kemungkinan adanya unsur-unsur beracun

v  Mempengaruhi perkembangan mikroorganisme.

pH tanah menunjukkan derajat keasaman tanah atau keseimbangan antara konsentrasi H+ dan OH- dalam larutan tanah. Apabila konsentrasi H+ dalam larutan tanah lebih banyak dari OH- maka suasana larutan tanah menjadi asam, sebalikya bila konsentrasi OH- lebih banyak dari pada konsentrasi H+ maka suasana tanah menjadi basa. pH tanah sangat menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman makanan ternak, bahkan berpengaruh pula pada kualitas hijauan makanan ternak. PH tanah yang optimal bagi pertumbuhan kebanyakan tanaman makanana ternak adalah antara 5,6-6,0. Pada tanah pH lebih rendah dari 5.6 pada umumnya pertumbuhan tanaman menjadi terhambat akibat rendahnya ketersediaan unsur hara penting seperti fosfor dan nitrogen. Bila pH lebih rendah dari 4.0 pada umumnya terjadi kenaikan Al3+ dalam larutan tanah yang berdampak secara fisik merusak sistem perakaran, terutama akar-akar muda, sehingga pertumbuhan tanaman menjadiaa terhambat.

  1. 3.      Komponen pembentuk ekosistem

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.[ Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.

Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada. Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup.

Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:

  1. a.      Abiotik

Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu:

ü  Suhu: Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.

ü  Air: Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.

ü  Garam: Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.

ü  Cahaya matahari: Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.

ü  Tanah dan batu:  Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.

ü  Iklim: Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.

  1. b.      Biotik

Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

Ø  Heterotrof / Konsumen

Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya . Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.

Ø Pengurai / dekomposer

Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu:

  1. aerobik : oksigen adalah penerima elektron / oksidan
  2. anaerobik : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan
  3. fermentasi : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai komponen autotrof, plankton yang terapung di air sebagai komponen pengurai, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.
  • Ketergantungan

Ketergantungan pada ekosistem dapat terjadi antar komponen biotik atau antara komponen biotik dan abiotik.

Ketergantungan antar komponen biotik dapat terjadi melalui:

  1. Rantai makanan
  2. Jaring-jaring makanan

Ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik dapat terjadi melalui siklus materi, seperti:

  1. siklus karbon
  2. siklus air
  3. siklus nitrogen
  4. siklus sulfur

F. Kesimpulan

Kebun sekolah yang terdapat di kampus PGSD merupakan ekosistem buatan. Dari pengamatan dan percobaan yang telah dilakukan di kebun sekolah dan laboraturium dapat diketahui kesmpulan yaitu:

  • PH tanah kebun sekolah yaitu 5 yang menunjukkan bahwa tanah kebun tidak sesuai untuk ditanami karena bersif  asam. Dan yang cocok untuk tanah pertanian adalah tanah humus karena menunjukkan PH 8 yang berarti bersifat basa.
    • Tanah yang memiliki daya serap terhadap air yang tinggi adalah tanah humus. Jadi, tanah humus baik untuk sistem pertanian daripada tanah kebun sekolah dan tanah pasir karena tanah yang baik dapat mempertahan kan kadar air dalam tanah. Tanah humus juga termasuk dalam tanah yang subur. Tanah yang subur adalah tanah yang apabila ditanami tumbuhan/tanaman bisa memberikan hasil yang banyak berupa produksi daun, batang, buah atau umbi.
    • Hasil pengamatan yang dilakukan di kebun yaitu tumbuhan yang tumbuh adalah singkong, teki, putri malu, dan banyak rumput liar.
    • Hasil pengamatan yang dilakukan di kebun yaitu hewan yang hidup adalah semut, nyamuk, belalang, ayam, cacing.

G. Referensi

tanah/http://www.silvikultur.com/Kemasaman_Tanah_pH.html

http://tantoklik.blogspot.com/2009/01/teknik-penyuburan-tanah.html

http://uftoriwasit.blogspot.com/2010/10/air-tanah-dan-kadar-air-tanah.html

kafein4u.wordpress.com/2010/02/13/ph-

http://uftoriwasit.blogspot.com/2010/10/air-tanah-dan-kadar-air-tanah.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s